Berita

Din Syamsuddin: “Biaya Sidang Isbat Mencapai 9 Miliar”

islampos_din_syamsuddin

islampos_din_syamsuddin




TAHUN ini Muhammadiyah kembali tidak mengikuti siding isbat yang digelar ba’da maghrib tadi (8/7/2013). Sejak beberapa pekan lalu Muhammadiyah telah menentukan awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa esok (9/7/2013).

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsudin menyatakan, seharusnya kementerian agama tak perlu menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan karena hanya menghamburkan uang rakyat.

Hal itu disampaikan Din Syamsudin saat konferensi pers di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga :





“Sebenarnya kementerian agama tidak perlu rapat isbat kali ini, karena kementerian agama itu mematok 2 derajat, sekarang ini belum 2 derajat ketinggian bulan nanti waktu matahari terbenam,” kata Din Syamsudin kepada wartawan, Senin (8/7/2013).

Din menyayangkan biaya untuk sidang isbat begitu besar, yakni diperkirakan mencapai 9 miliar rupiah.

“Seharusnya cukup nyatakan saja, karena kriteria tak terpenuhi maka tidak perlu rapat isbat yang katanya itu mahal sekali anggarannya sampai 9 miliar, itu dana rakyat,”ujarnya.

Cukup mengadakan konferensi pers mengenai hilal yang belum mencapai 2 derajat, hingga akhirnya 1 Ramadhan jatuh pada hari Rabu. Jika hal itu diterapkan Kementerian Agama merupakan langkah yang bijak menurut Din Syamsudin. “Daripada menghabis-habiskan uang rakyat,” tegasnya. [hf/islampos/voa-islam]



islampos mobile :

9 Comments

9 Comments

  1. Ki Java

    July 8, 2013 at 10:54 pm

    demi kebenaran, lebih dari itu juga nggak apa apa pak!

  2. Wisnu Aldy Sanjaya

    July 9, 2013 at 12:29 am

    Assalamualaikum, setuju kalinya kau kalau seperti itu,……..bwat apa sidang isbat segala…kalo toh kemiskinan dinegara ini masih merajalela….Insyallah kita yang mampu akan gembira dan mudah dalam menghadapi ramdahan kali ini….dengan dampak dari BBM Naik…harga sembako melambung kelangit….tapi bagaimana dengan rakyat miskin yang tak mampu…mereka terlantar…ganti aja thu kepala2 geng di Studio Republik…..

  3. Fae Doank

    July 9, 2013 at 5:59 am

    Kebenaran yg mana haha..?
    kebenaran ngabisin uang rakyat.

  4. Diar Indriatno

    July 9, 2013 at 7:59 am

    sadar atau tidak…ini ghibah….lebih bahaya lagi kalau ternyata isinya cuma fitnah….ckckck…subhanallah

  5. Mbah Joyo

    July 9, 2013 at 11:18 am

    Pak Din pakai Ilmu AlQU’AN DA
    N HADIST Biar Selamat jangan pakai akal yg belum tentu benar….jadi ngak jadi fitnah…

  6. siti jamilah hamdi

    July 9, 2013 at 12:08 pm

    @_@ Tenang.. baru 9 m, jangankan segitu lebih besar lagi juga gpp, kalauw utk kemaslahan umat.. *) emas kita masih banyak di papua.. pertahankan papua… usir amrik.. berani gaaakk….? nasionalisasi-kan semua tambang minyak, tembaga, emas, dll..npekerjakan semua sarjana terbaik indonesia.. karyawan-nya smua putra2 daerah… Insyaallah Indonesia akan makmur sejahtera… baldatun toyibbatun wa rabbun ghofur pasti terlaksana…

    Subhanalloh!
    Betapa istimewanya Bulan Ramadhon… bulan 1000 bulan.. bulan penuh ampunan, bulan penuh rahmat… 9 milyar itu gak ada apa2nya dibanding kemaslahan umat… Dibanding pahala yg akan didapat semua pihak yang terlibat… masyarakat, tokoh , ulama, pemerintah karena telah berusaha meyakinkan umat tentang keberadaan hilal 1 ramadhan. Apakah perlu umat bersatu untuk membiayai 9 m tsb? Bukankah uang pemerintah juga uang rakyat..? Betapa sabarnya rakyatnya menunggu, untuk mengikuti keputusan pemerintah walau sidang isbath mmbutuhkan uang yg banyak. Bayangkan tentu dibutuhkan banyak ahli dan peralatan teropong bintang [sewa/ beli] di 52 titik pengamatan di seantero nusantara.
    Ikhlaskan wahai saudaraku… 🙂 @_@

    Mari kita jadikan Ramadhan kali ini penuh berkah..
    Jauhkan prasangka buruk terhadap sesama muslim..

    Kembalikan kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah… Barokkallahu fiekum..

  7. noveriansyah

    July 10, 2013 at 12:18 am

    Sebagai salah satu bagian dari rakyat, sy ikhlaskan dana 9 M tuk kemaslahatan ummat,sbg seorang pemimpin ummat harus lbh bijak dalam berkomentar hindari komentar yg provokatif semua dah tau selalu sinis tuk keptusan yg dibuat pemerintah , berpuasalah ….termasuk berkoment yg gak perlu, waslm

    • cah angon

      July 10, 2013 at 3:25 pm

      setuja

  8. adi sulaiman

    July 10, 2013 at 11:21 am

    kalau Pak Din tidak setuju dengan Sidang Itsbat, mungkin Pak Din bisa melihat sikap Kementerian Agama yang tidak sepakat dengan keputusan Pak Din….segitu aja, selamat berpuasa

Leave a Reply

Your email address will not be published.



To Top