Tahukah Anda

Film-Film Hanung Yang Melecehkan Islam

hanung

poster-tandatanyaFilm ?




Masih belum lepas dari ingatan ketika tahun 2011 Hanung membuat film yang tidak kalah heboh. Judulnya cukup singkat: ?. Namun di dalamnya banyak pecelehan yang tidak bisa diselesaikan secara singkat.

Ada tayangan seorang muslim memerankan Yesus di Gereja. Muslimah yang disudutkan mau bekerja di tempat yang menjual makanan haram. Bahkan puncaknya Hanung menganggap sepele perkara pemurtadan. “Aku pindah agama bukan berarti aku mengkhianati Tuhan,” ungkap Rika, tokoh utama dalam Film ?.

Maka itu, mungkin saja Hanung menganggap sepele untuk urusan akidah. Bahkan secara tega, suami Zaskia Mecca ini memainkan pemeran murtad untuk tokoh sekaliber KH. Ahmad Dahlan yang kuat melawan Kristenisasi di Film Sang Pencerah.

Di awal-awal film itu, penonton sudah disengat dengan hal yang sensitif, seperti  adegan penusukan terhadap seorang pendeta bernama Albertus. Tidak jelas apa motif penusukan yang dilakukan oleh seseorang yang berpenampilan preman tersebut. Meski tidak menunjuk hidung secara langsung, namun ada kesan Hanung hendak menggiring sterotype buruk, seolah yang suka melakukan tindakan anakis datang dari kelompok agama tertentu.

Adegan selanjutnya, tanpa alasan yang jelas pula, sekelompok pemuda Islam bersarung dan berpeci tiba-tiba mencerca seorang keturunan Cina dengan panggilan ”Cino” (menyebut Cina dengan logat Jawa). Dalam film ini, Hanung banyak menggunakan simbolik-simbolik sensasi yang didramatisir, yang berpangkal dari sebuah kemarahan terpendam.

Baca Juga :





Dangan dalih toleransi, Hanung juga menciptakan adegan seorang Muslimah berkerudung yang merasa nyaman bekerja di sebuah rumah makan (restoran) yang menyajikan daging babi yang diharamkan oleh Islam. Toleransi ala Hanung ingin mengesankan, bahwa muslimah yang diperankan oleh Revalina  S Temat adalah muslimah yang ideal, yang bisa menghargai sebuah perbedaan. Meski tidak sampai memakannya, tidak terlihat kegalauan hati dari seorang Muslimah, seolah daging babi bukan sesuatu yang diharamkan.

Di sela adegan itu, ada seorang Muslimah yang menolak bekerja di sebuah restoran yang sama, dengan alasan prinsip agama yang dipegang. Namun, cara pandang Hanung yang keliru, ingin menunjukkan bahwa Muslimah yang menolak bekerja di restoran Cina karena menyajikan daging babi itu sabagai muslimah yang tidak toleran.

Kepribadian Hanung sendiri dinilai bermasalah. Pada saat proses pembuatan film Ayat-Ayat Cinta  yang berlangsung saat bulan Ramadhan ia mengaku tidak menjalankan kewajiban puasa dan shalat. Tanpa rasa sungkan, Hanung berkata jujur saat diwawancarai Radio KBR 68 H, Rabu 27 Oktober 2010.

“Saya tidak melakukan salat apa pun. Saya tidak salat. Itu pada saat bulan Ramadhan. Saya juga tidak puasa dan tidak berdoa. Saya mencoba untuk berkesenian total dan saya percaya dengan kemampuan otak saya,”  katanya.

Menanggapi film ?, Ketua MUI KH. Kholil Ridwan menyatakan, “Setelah menyaksikan langsung film yang disutradarai Hanung secara utuh, saya mendapatkan kesan, aroma pluraslisme agama yang sangat menyengat dalam film ini,” katanya.

Menurutnya, pluralisme yang dibolehkan dalam Islam adalah pluralisme sosiologis. Itulah yang dikenal dengan pluralitas. Misalnya saja umat Islam sudah semestinya hidup berdampingan dengan orang Kristen dan umat agama lain, tanpa harus mengorbankan keyakinannya.

“Jadi yang namanya kerukunan dan toleransi itu tidak boleh mengorbankan keyakinanya,” tukas Kiai Kholil mengingatkan.



Pages: 1 2 3

13 Comments

13 Comments

  1. jai

    January 7, 2013 at 4:47 pm

    Bangkitlah pemuda muslim…jangan tonton film yang melecehkan islam…

  2. Mr i3ll

    January 7, 2013 at 8:57 pm

    wah bung hanung ente bisa di cap kafir nih ama golongan radikal,

  3. nona maisarah wikana

    January 7, 2013 at 9:57 pm

    Klu mau mghasilkn uang harus cara yg halal, jng smua d libas, ǫąǩ ush buat film seolah” mmhami agama islam yg trcnta, jng brbuat sesuka hati klu masih hidup d bumi اَللّهُ ,

  4. blektrek

    January 8, 2013 at 1:17 am

    kayak nya si hanung nih perlu dicuci otak dan tenggorokan nya…!!!

  5. Regar Van Batax

    January 8, 2013 at 12:03 pm

    kan sudah jelas dosanya apabila nikah beda agama ( Islam dengan agama lain), dosanya sama yaitu sama saja berzinah

  6. Dawam

    January 9, 2013 at 8:34 am

    keterlaluan kau hanung

  7. doel

    January 9, 2013 at 12:46 pm

    Hanung,..adalah sosok manusia penganut liberalisme, pluralisme, dan sekularisme. Saudaraku hati hati terhadap orang ini, kuatkan akidah kita pada al-Qura’n dan hadist

  8. afrihatin

    January 11, 2013 at 5:54 pm

    sepertinya hanung tidak mengerti “bagiku agamaku, bagimu agamamu” . islam apa hanung ini???? kasihan zaskia adya mecca.

  9. arya

    January 12, 2013 at 3:57 pm

    Mewaspadai filem,musik dan arena hiburan,pastinya itu merupakan tanggung jawab kita semua terlebih untuk film yg bernuansa keagamaan,bila kita tidak kritis maka anak cucu kita dalam bahaya,,,,waspadalah islam sedang di grogoti dan sedang di pecah belah oleh golongan tertentu,,,,mungkin faham zionisme….dan entahlah apa pun itu .

  10. Jack Mumet

    January 13, 2013 at 5:34 am

    sejak dulu aq ga setuju dengan film ayat2 cinta, karna jelas isinya bersebrangan dengan islam dan di buat2
    seolah mereka tidak sadar bahwa ” yg menurut kalian baik belum tentu menurut ALLOH baik”
    semua ada ilmunya,dan yg belajar tanpa guru sama saja belajar pd setan

  11. ramadhani

    January 22, 2013 at 8:53 am

    hmm.. mas hanung mas hanung, saya kira ente sutradara yang berbudi, berwibawa dan bisa dibanggakan.. mas hanung juga kan seorang muslim , tapi ko mengapa buat film nya seperti itu.. dan tidak bisa semua sesuatu itu dibeli dengan uang yang banyak.

    nyesel juga saya dulu suka dan bangga atas karya-karya mas hanung. semoga puaslah mas atas karya film nya itu..

  12. bris

    January 25, 2013 at 7:09 pm

    Semoga Allah memberikan jalan yang lurus bagi orang-orang yang tersesat ……Amin

  13. Zal

    January 27, 2013 at 5:11 pm

    Saya ga pernah nonton film dia satupun. Dah Gak enak Feelingnya.Ternyata betul..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Si prega di attivare i Javascript! / Please turn on Javascript!

Javaskripta ko calu karem! / Bitte schalten Sie Javascript!

S'il vous plaît activer Javascript! / Por favor, active Javascript!

Qing dakai JavaScript! / Qing dakai JavaScript!

Пожалуйста включите JavaScript! / Silakan aktifkan Javascript!