Islam For Beginner

Hukum Memakai Kaos Bola Bertuliskan Nama Orang Non-Islam

tevez-juventus-268x300




SUDAH jamak sekarang bahwa kaos bola pun dipakai untuk keseharian. Tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak misalnya.

Kaus-kaus bola, baik yang asli maupun produksi tiruan dari dalam negeri, bertuliskan nama-nama pemain bola pun sering kita lihat.

Asy Syaikh Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah ditanya tentang memakai baju yang dipakai orang-orang kafir di mana di bagian punggungnya terdapat nama olahragawan (pemain bola) kafir tanpa meniatkan tasyabbuh (meniru kebiasaan) mereka. Maka beliau menjawab:

“Perbuatan ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama ia memakai baju yang terdapat nama orang kafir atau gambarnya, maka ini termasuk pengagungan terhadap orang kafir. Tidak diperbolehkan.

“Minimal hukumnya adalah haram. Dan apabila ia memang berniat mengagungkannya, dikhawatirkan ia jatuh dalam kemurtadan.

“Ini adalah bentuk pengagungan terhadap orang kafir. Selama dia memakai bajiu yang ada nama atau gambar orang kafir maka ini adalah bentuk pengagungan padanya.

“Maka ini tidak diperbolehkan. Paling sedikit hukumnya adalah haram. Apabila dia mengagungkan orang kafir tersebut maka dikawatirkan dia jatuh pada kemurtadan. Na’am.”

Sekilas Syaikh Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah

Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah berasal dari keluarga Fauzan dari suku Ash Shamasiyyah.Beliau lahir pada tahun 1354 H/1933 M. Ayah beliau meninggal ketika beliau masih muda, jadi beliau dididik oleh keluarganya. Beliau belajar al Quran, dasar-dasar membaca dan menulis dengan imam masjid di kotanya, yaitu yang mulia Syaikh Hamud ibn Sulaiman at Tala’al, yang kemudian menjadi hakim di Kota Dariyyah (bukan dar’iyyah di Riyadh) di sebuah wilayah Qhosim.

Syaikh Fauzan kemudian belajar di sekolah negara bagian ketika baru dibuka di Ash Shamasiyyah pada tahun 1369 H/1948 M. Beliau menyelesaikan studinya di sekolah Faisaliyyah di Buraidah pada tahun 1371 H/1950 M. Kemudian, beliau ditugaskan sebagai guru sekolah taman kanak-kanak. Selanjutnya, beliau masuk di institute pendidikan di Buraidah ketika baru dibuka pada tahun 1373 H/1952 M, dan lulus dari sana tahun 1377 H/1956 M. Beliau kemudian masuk di Fakultas Syari’ah (Universitas Imam Muhammad) di Riyadh dan lulus pada tahun 1381 H/1960 M.

Setelah itu, beliau memperoleh gelar master di bidang fiqih, dan meraih gelar doctor dari fakultas yang sama, juga spesialis dalam bidang fiqih.

Baca Juga :





Setelah kelulusannya dari Fakultas Syari’ah, beliau ditugaskan sebagai dosen di institut pendidikan di Riyadh, kemudian beralih menjadi pengajar di Fakultas Syari’ah. Selanjutnya, beliau ditugasi mengajar di departemen yang lebih tinggi, yaitu Fakultas Ushuluddin. Kemudian beliau ditugasi untuk mengajar di mahkamah agung kehakiman, di mana beliau ditetapkan sebagai ketua. Beliau lalu kembali mengajar di sana setelah periode kepemimpinannya berakhir. Beliau kemudian menjadi anggota Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam (Kibaril Ulama), sampai sekarang.

Yang mulia Syaikh adalah anggota ulama kibar, dan anggota komite bidang fiqih di Mekkah (cabang Rabithah), dan anggota komite untuk pengawas tamu haji, sembari juga mengetuai keanggotaan pada Komite Tetap untuk Penelitian dan Fatwa Islam. Beliau juga imam, khatib, dan dosen di Masjid Pangeran Mut’ib ibn Abdul Aziz di al Malzar.

Beliau juga ikut serta dalam surat-menyurat untuk pertanyaan di program radio “Noorun ‘alad-Darb”, sambil beliau juga ikut serta dalam mendukung anggota penerbitan penelitian Islam di dewan untuk penelitian, studi, tesis, dan fatwa Islam yang kemudian disusun dan diterbitkan. Yang mulia syaikh Fauzan juga ikut serta dalam mengawasi peserta tesis dalam meraih gelar master dan gelar doctor.

Beliau mempunyai murid-murid yang sering menimba ilmu pada pertemuan dan pelajaran tetapnya.

Beliau sendiri termasuk bilangan para ulama terkemuka dan ahli hukum, yang mayoritas para tokohnya antara lain:

Yang mulia Syaikh ‘Abdul-’Azeez ibn Baaz (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh ‘Abdullaah ibn Humayd (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh Muhammad al-Amin ash-Shanqiti (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh ‘Abdur-Razzaaq ‘Afifi (rahima-hullaah);
Yang mulia Syaikh Saalih Ibn ‘Abdur-Rahmaan as-Sukayti;
Yang mulia Syaikh Saalih Ibn Ibraaheem al-Bulaihi;
Yang mulia Syaikh Muhammad Ibn Subayyal;
Yang mulia Syaikh ‘Abdullaah Ibn Saalih al-Khulayfi;
Yang mulia Syaikh Ibraaheem Ibn ‘Ubayd al-’Abd al-Muhsin;
Yang mulia Syaikh Saalih al-’Ali an-Naasir;

Beliau juga pernah belajar pada sejumlah ulama-ulama dari Universitas al Azhar Mesir yang mumpuni dalam bidang hadist, tafsir, dan bahasa Arab.

Beliau mempunyai peran dalam menyeru atau berdakwah kepada Allah dan mengajar, memberikan fatwa, khutbah, dan membantah kebatilan.

Buku-buku beliau yang diterbitkan banyak sekali, namun yang disebutkan berikut hanya sedikit antara lain Syarah al Aqidatul Waasitiyya, al Irshadul Ilas Sahihil I’tiqad, al Mulakhkhas al Fiqih, makanan-makanan dan putusan-putusan berkenaan dengan sembelihan dan buruan, yang mana ini merupakan bagian gelar doktornya. Juga kitab at Tahqiqat al Mardiyyah yang merupakan bagian gelar master beliau. Lebih lanjut judul-judul yang masuk putusan-putusan berhubungan dengan kepercayaan wanita, dan sebuah bantahan terhadap buku Yusuf Qaradhawi berjudul al Halal wal Haram. [sahab]





loading...
7 Comments

7 Comments

  1. Anindya Yumika Dewi

    August 7, 2013 at 2:23 pm

    Pantes Islam ga maju2, hal yang remeh temeh begini dipermasalahkan, umat agama lain sibuk membangun teknologi, udah mikir gimana caranya pergi ke Mars, eh ini malah sibuk memperdebatkan masalah baju kaos..

    • Yazid Ahmad

      August 7, 2013 at 7:03 pm

      Bukan memperdebatkan, ini fatwa
      Justru Anda yg terlalu mempermasalahkan fatwanya dengan berkata hal seperti ini membuat Islam tidak maju.

    • elhazel

      August 8, 2013 at 2:44 pm

      Setuju dengan Anin. Gimana mau maju kalau yang dibahas persoalan remeh macam begini. Sementara bangsa lain udah mikir kolonisasi Mars, nemuin vaksin HIV, ini masih bahas boleh-nggak pake kaos bola bertulis nama kafir.

      Kalo emang konsisten dengan fatwanya, harusnya dilarang pakai internet, karena yang nyiptain orang kafir yahudi ateis. Dilarang pake komputer, yang nyiptain gay dan ateis.

      • Ndar Gombezz

        August 8, 2013 at 7:47 pm

        carilah ilmu dimana saja ” ilmu adalah ibarat barang yang hilang,”

  2. carl sagan

    August 8, 2013 at 4:13 pm

    Astagfirlah… saya menyesal selama ini banyak membeli baju bola.. lalu apa yg harus saya lakukan? saudara2 muslimin bisa kasih saran?

  3. yaaay

    August 8, 2013 at 4:57 pm

    Buset deh…bener2 ngga ada kesibukan ya. Emang semua orang pemikirannya sama gitu?

    Ngga lah. Mereka make baju itu ya karena emang org2 ini berprestasi n punya skill. Pikirkan lah dulu masa depan pendidikan bangsa ini, moral bngsa ini. Baru mikirin hal kecil macam ini. Ini sama aja kaya pepatah “Gajah didepan mata tak tampak tapu kuan diseberang lautan klihatan”.

  4. Gun Skellington

    August 13, 2013 at 8:03 pm

    Masih belum bisa setuju dengan tulisan ini, bagus sih tapi kok kayak lucu ya…saya berani tidak setuju karena ini hasil pemikiran, bukan sesuatu yang jelas tertera dalam Al’Quran ataupun As Sunnah. Jika ini di klaim sebagai fatwa, saya jelas menolak. Saya BUKAN FANS BOLA, dan saya tetap menolak.

    Bagaimanapun juga, Islam agama termuda. Jauh sebelum Islam lahir terdapat banyak sekali budaya dan nama-nama manusia yang bukan dari Islam. Banyak sekali teknologi pada masa itu yang sudah tercipta dan bukan dari orang-orang Islam, contohnya kalender. Jika islam tidak diperbolehkan untuk menggunakan produk kafir seharusnya haram juga dong bagi orang Islam menggunakan kalender, facebook?? website?? twitter?? dan semua gadget2 yang ada saat ini??.

    Jika ditanya apakah Dr. Shalih ibn Fauzan ibn Abdullah tidak pernah naik mobil atau transportasi buatan non Islam? saya pikir tidak, beliau pasti pernah memakai salah satu produk dari orang non Islam. Entah apapun produknya…

    Itu pendapat saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Si prega di attivare i Javascript! / Please turn on Javascript!

Javaskripta ko calu karem! / Bitte schalten Sie Javascript!

S'il vous plaît activer Javascript! / Por favor, active Javascript!

Qing dakai JavaScript! / Qing dakai JavaScript!

Пожалуйста включите JavaScript! / Silakan aktifkan Javascript!