Nasional

Istri Kang Jalal: ‘Indonesia Bukan Negara Ahlus Sunnah, Syiah Berhak Hidup’

renita

renita
KEBERADAAN kelompok minoritas keagamaan masih sering menjadi masalah di negeri ini. Masalah itu terjadi terkadang lebih karena kelompok minoritas tersebut ingin diakui sebagai bagian dari kelompok mayoritas yang ada, sebagai contoh warga Ahmadiyah yang sampai sekarang masih ngotot ingin diakui sebagai bagian dari umat Islam, meskipun secara aqidah sudah menyimpang jauh dari islam sesungguhnya dengan memiliki Nabi sendiri.




Selain ada kelompok minoritas agama yang sebenarnya sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai bagian dari umat Islam seperti Ahmadiyah, ada juga kelompok-kelompok menyimpang menurut jumhur ulama yang berusaha mendakwahkan ajaran sektenya kepada mayoritas umat Islam yang berbeda aqidah dengan mereka, seperti Syiah. Kasus Sampang bisa menjadi contoh bahwa ada perbedaan mendasar antara mayoritas Muslim sunni dengan minoritas Syiah dalam hal keyakinan berislam.

Baca Juga :





Namun adanya perbedaan mendasar antara Sunni dan Syiah ditepis oleh Emilia Renita, seorang aktivis IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia) dan istri tokoh Syiah terkemuka yang ada di Indonesia Jalaludin Rahmat (Kang Jalal).  Bagi Renita, tidak ada perbedaan prinsipil antara Sunni dan Syiah. Hal tersebut disampaikan Renita kepada Islampos.com disela-sela seminar “Dialog Antar Penganut Agama dan Kebudayaan” yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Madinah bekerja sama dengan Univesitas Islam Indonesia (UII) pada Selasa lalu.

“Sebetulnya saya tidak melihat ada prinsip-prinsip besar perbedaan antara Sunni dan Syiah, lah wong Qurannya sama saja,” bela Renita terhadap ajaran Syiah yang dianutnya. Menurutnya jika kita ingin menjalin terjadinya dialog keagamaan, seharusnya semua pihak dan keyakinan bisa hidup di Indonesia.

“Kita kan tinggal di Indonesia artinya negara ini bukan negara Ahlus Sunnah tapi NKRI, jadi semua orang berhak hidup di sini dan harus bisa saling berdampingan serta menghargai satu sama lain dan bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” ujar beliau.

Ketika ditanya terkait adanya isu Syiahisasi terhadap warga Sunni oleh penganut Syiah, Renita dengan tegas menolak dan membantahnya. “Tunjukkan pada saya di mana ada kejadian seperti itu, buktinya mana,” tegasnya. Menurut yang dia ketahui tidak ada namanya Syiahisasi bahkan dirinya pun masih merasa belum menjadi Syiah. “Saya sih merasa belum menjadi Syiah, doain saja yah supaya saya bisa menjadi Syiah yang baik,” pungkas beliau sambil tertawa kecil.(fq/islampos)





8 Comments

8 Comments

  1. sAsAQI

    June 7, 2013 at 2:57 pm

    baik ketika minoritas…sadis ketika mayoritas….aqidah syi’ah adalah taqiyyah

  2. Syaiful Effendi

    June 7, 2013 at 4:31 pm

    di mut’ah aja istri si jalal..lumayan juga tu, satu orang 1 jam

    • Adam

      June 8, 2013 at 11:31 am

      Daftar…tanya minta berapa..he3

  3. Agus Wahyu

    June 7, 2013 at 5:14 pm

    Hakikatnya org” syiah itu tuli, bisu dan buta, semoga mereka dapat hidayah,… amin.

  4. laros

    June 8, 2013 at 8:30 am

    maklum tuh betina,dulu tidak minum ASI tapi ASIB ( Air Susu Ibu Babi ), mau di mut’ah juga dah gak laku,,,,,,,

  5. melly

    June 8, 2013 at 10:44 am

    Indonesia memang Negara NKRI.
    Dan berbagai terdiri dari berbagai agama.
    tapi agama tersebut bukanlah yang mengatas namakan ISLAM sebenarnya.
    Syiah ya tetap syiah.
    gak usah terlalu ngotot untuk dapat diakui menjadi bagian dari Islam
    karena ajarannya sudah berbeda jauh.

    BUAT SESUKA APA YANG MENJADI AGAMAMU,
    TAPI JANGAN SEBUT ITU ADALAH BAHAGIAN DARI ISLAM

  6. Klinik Multimedia

    July 24, 2013 at 9:53 pm

    anak haramnya abdullah bin saba’ nih perempuan
    shahabat rasulullah saw yang mulia abu bakar, umar, utsman yang bergelar ‘ra’ saja dicaci maki dan dihujat lha memang syiah itu sapaaaaaa ????

    iblis berwujud manusia ini mah !

  7. midy noval

    August 1, 2013 at 8:13 am

    wanita munafiq sungguh malang nasibnya kang jalal,saya yakin istrinya kang jalal di mut’ah oleh teman2nya kang jalal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Si prega di attivare i Javascript! / Please turn on Javascript!

Javaskripta ko calu karem! / Bitte schalten Sie Javascript!

S'il vous plaît activer Javascript! / Por favor, active Javascript!

Qing dakai JavaScript! / Qing dakai JavaScript!

Пожалуйста включите JavaScript! / Silakan aktifkan Javascript!