Islam For Beginner

Perintah Nabi Kepada Laki-Laki Muslim Untuk Memelihara Jenggot

ivor novello 250507

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)




Pensyari’atan jenggot dalam Islam adalah khusus bagi laki-laki (bukan pada wanita) dan bagi mereka yang memang Allah karuniai jenggot yang tumbuh di pipi dan dagunya. Jika memang seseorang yang ”dari sananya” tidak tumbuh jenggot, tentu tidak dikenai kewajiban (memelihara) jenggot. Allah telah berfirman : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” [QS. Al-Baqarah : 286].

Ada begitu banyak hadist Nabi yang menyuruh seorang laki-laki untuk memelihara jenggot.

“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)

“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)

Selain dalil-dalil di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga sangat tidak suka melihat orang yang jenggotnya dalam keadaan tercukur.

Baca Juga :





Ketika Kisro (penguasa Persia) mengutus dua orang untuk menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka menemui beliau dalam keadaan jenggot yang tercukur dan kumis yang lebat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka melihat keduanya. Beliau bertanya, “Celaka kalian! Siapa yang memerintahkan kalian seperti ini?” Keduanya berkata, ”Tuan kami (yaitu Kisra) memerintahkan kami seperti ini.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Akan tetapi, Rabb-ku memerintahkanku untuk memelihara jenggotku dan menggunting kumisku.” (HR. Thabrani, Hasan. Dinukil dari Minal Hadin Nabawi I’faul Liha)

Lihatlah saudaraku, dalam hadits yang telah kami bawakan di atas menunjukkan bahwa memelihara jenggot adalah suatu perintah. Memangkasnya dicela oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Menurut kaedah dalam Ilmu Ushul Fiqh, ”Al Amru lil wujub”yaitu setiap perintah menunjukkan suatu kewajiban. Sehingga memelihara jenggot yang tepat bukan hanya sekedar anjuran, namun suatu kewajiban. Di samping itu, maksud memelihara jenggot adalah untuk menyelisihi orang-orang musyrik dan Majusi serta perbuatan ini adalah fithroh manusia yang dilarang untuk diubah.

Berdasar hadits-hadits di atas, memelihara jenggot tidak selalu Nabi kaitkan dengan menyelisihi orang kafir. Hanya dalam beberapa hadits namun tidak semua, Nabi kaitkan dengan menyelisihi Musyrikin dan Majusi. Sehingga tidaklah benar anggapan bahwa perintah memelihara jenggot dikaitkan dengan menyelisihi Yahudi.

Maka sudah sepantasnya setiap muslim memperhatikan perintah Nabi dan celaan beliau terhadap orang-orang yang memangkas jenggotnya. Jadi yang lebih tepat dilakukan adalah memelihara jenggot dan memendekkan kumis. [disarikan dari tulisan: Muhammad Abduh Tuasikal/alrumaysho]





loading...
13 Comments

13 Comments

  1. ameliasudirman (@ameliasudirman)

    January 21, 2013 at 8:53 am

    yg sunah tetaplah sunah jgn diubah jadi wajib, ga perlu berlebih2an pak. thx

    • man

      January 21, 2013 at 10:29 am

      saya jg heran nih ko memelihara jenggot jd wajib …setau sy yg namanya sunah itu hanya dianjurkan walaupun itu dicela rosul bagi yg tdk melakukannya…tp tdk wajib…thx

  2. Syaiful Cam

    January 21, 2013 at 10:34 pm

    Baca yang bener’
    “Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

  3. wilda

    January 24, 2013 at 12:46 pm

    GAk tau kenapa saya sebagai orang islam, kalo melihat jenggot itu jijik, habisnya seperti binatang domba yang berjenggot, terus saya pernah melihat orang berjenggot, sisa makanannya berantakan di jenggot, ihhh menjijikkan banget, saya rasa gak ada baiknya memelihara jenggot, mudhorotnya lebih banyak

    • Isa

      March 28, 2013 at 1:29 pm

      Para Nabi dan Rasul semuanya berjenggot, termasuk Nabi Isa (Yesus). Stalin, Karel Mark dan tokoh kafir2 memang tdk berjenggot. Tinggal pilih mau masuk group mana.

  4. slamet tur bejo

    January 26, 2013 at 1:56 pm

    Ini yg keliru antara sunah hukum fikih sama sunah nabi. Sunah dlm fikih yaitu umpamanya sholat sunat dikarjakan boleh ngak ngak papa. Tapi kalau perbuatan nabi atau sunah nabi ya harus dikerjakan dan ditiru apalagi perintah nabi.perbuatan/perintah nabi pasti banyak manfaatnya. Jadi kalau kita cinta nabi jalankan kalau ngak ya tau deh. Pegangan kita yaitu al qur’an dan sunah nabi. Kalau ngak mau ya namanya ……. ss

  5. Dzulqurnain Ali Sahab

    November 25, 2013 at 11:30 am

    anda seolah mewajibkan pria berjenggot pak, ga baca ayat diatas, Allah ga membebani orang lebih dari kemampuannya. kalo genetiknya ga berjengot lebat, kasihan kalo dipaksain manjangin jenggot, anda ga tau seberapa dalam keinginan saya untuk punya jenggot lebat yg indah itu pak. tapi kalo jarang2 dipanjangin, untuk sementra engga deh.

  6. Dzulqurnain Ali Sahab

    November 25, 2013 at 11:32 am

    sempit sekali pemikiran bapak ini. yg ga punya jenggot udah dipastiin kedalam golongan yg ga berjenggot (maaf, kafir dalam pilihan yg bapak kasih)

  7. Dzulqurnain Ali Sahab

    November 25, 2013 at 11:34 am

    jenggot itu keren, banget, sumpah gw pengen punya jenggot lebat dan indah kaya nabi-nabi kita. berhubung genetiknya ga mendukung untuk punya jenggot indah maka saya mencukurnya.

  8. Anonymous

    November 17, 2015 at 1:38 pm

    yg terpenting tiru akhlaknya urusan jenggot ma kambing juga berjenggot ga bangga ….

  9. Anonymous

    November 19, 2015 at 9:30 am

    Bapak… kok bicaranya jadi begini… maaf tidak ada hubungannya dengan binatang.. terima kasih.

  10. monro

    November 21, 2015 at 11:10 pm

    yeeee…. masih bnyak hal besar lain yg perlu di urus pak…
    jangan hal kecil bgini membuat kita saling berdebat.
    capek debat mulu antar kita… yg ujung2nya bikin klompok masing2.

    sekarang positif thinking aja… nabi memberikan contoh cara hidup yg baik ( sunah nabi). kita ikuti manfaat dan pahala kita dpatkan. tidak di ikuti tidak berdosakan..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Si prega di attivare i Javascript! / Please turn on Javascript!

Javaskripta ko calu karem! / Bitte schalten Sie Javascript!

S'il vous plaît activer Javascript! / Por favor, active Javascript!

Qing dakai JavaScript! / Qing dakai JavaScript!

Пожалуйста включите JavaScript! / Silakan aktifkan Javascript!