Islam For Beginner

Tata Cara Shalat Jamak Dan Qasar (1)

shalat di kapal

Salat fardu dalam sehari semalam yang boleh dijamak adalah pasangan salat duhur dengan asar dan salat magrib dengan ‘isya. Sedangkan salat subuh tidak boleh dijamak. Demikian pula orang tidak boleh menjamak salat asar dengan magrib.

 

ADAKALANYA dalam beberapa waktu kita mengadakan perjalanan jauh, misalnya karyawisata, bersilaturahmi, atau keperluan lainnya. Terkadang juga kita mengalami coban berupa sakit sampai-sampai tidak dapat bangun, Hal itu menyebabkan kita sering menjumpai kesulitan untuk melakukan ibadah salat.  Padahal salat merupakan kewajiban umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun juga.




Melihat hal ini, ibadah shalat seolah merupakan beban yang memberatkan. Padahal tidaklah demikian. Islam adalah agama yang memberi kemudahan dan keringanan terhadap pemeluknya di dalam rutinitas ibadah kepada Allah swt.  Hal ini menandakan kasih sayang Allah kepada umat Islam sedemikian besar dengan cara memberikan rukhsah dalam melaksanakan salat dengan cara jamak dan qasar dengan syarat-syarat tertentu.

Lalu seperti apakah syarat detailnya? Berikut tata cara pelaksanaan shalat jamak dan Qasar:

Salat Jamak

Salat jamak adalah salat yang digabungkan, maksudnya menggabungkan dua salat fardu yang dilaksanakan pada satu waktu. Misalnya menggabungkan salat Duhur dan Asar dikerjakan pada waktu Duhur atau pada waktu Asar. Atau menggabungkan salat magrib dan ‘Isya dikerjakan pada waktu magrib atau pada waktu ‘Isya. Sedangkan salat Subuh tetap pada waktunya tidak boleh digabungkan dengan salat lain.

Hukum mengerjakan salat Jamak adalah mubah (boleh) bagi orang-orang yang memenuhi persyaratan.

“Rasulullah apabila ia bepergian sebelum matahari tergelincir, maka ia mengakhirkan salat duhur sampai waktu asar, kemudian ia berhenti lalu menjamak antara dua salat tersebut, tetapi apabila matahari telah tergelincir (sudah masuk waktu duhur) sebelum ia pergi, maka ia melakukan salat duhur (dahulu) kemudian beliau naik kendaraan (berangkat), (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dari hadis di atas dapat disimpulkan bahwa Rasulullah pernah menjamak salat karena ada suatu sebab yaitu bepergian. Hal menunjukkan bahwa menggabungkan dua salat diperbolehkan dalam Islam namun harus ada sebab tertentu.

Salat jamak boleh dilaksanakan karena beberapa alasan (halangan), yakni:

  1. Dalam perjalanan jauh minimal 81 km (menurut kesepakatan sebagian besar imam madzhab)
  2. Perjalanan itu tidak bertujuan untuk maksiat.
  3. Dalam keadaan sangat ketakukan atau khawatir misalnya perang, sakit,  hujan lebat, angin topan dan bencana alam.

Salat fardu dalam sehari semalam yang boleh dijamak adalah pasangan salat duhur dengan asar dan salat magrib dengan ‘isya. Sedangkan salat subuh tidak boleh dijamak. Demikian pula orang tidak boleh menjamak salat asar dengan magrib.

Salat jamak dapat dilaksanakan dengan dua cara:

  1. Jamak Takdim (jamak yang didahulukan), yakni menjamak dua salat yang dilaksanakan pada waktu yang pertama. Misalnya menjamak salat duhur dengan asar, dikerjakan pada waktu duhur ( 4 rakaat salat duhur dan 4 rakaat salat asar) atau menjamak salat magrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu magrib (3 rakaat salat magrib dan 4 rakaat salat ‘isya).
  2. Jamak Ta’khir (jamak yang diakhirkan), yakni menjamak dua salat yang dilaksanakan pada waktu yang kedua. Misalnya menjamak salat duhur dengan asar, dikerjakan pada waktu asar atau menjamak salat magrib dengan ‘isya dilaksanakan pada waktu ‘isya.

Dalam melaksanakan salat jamak takdim maka harus berniat menjamak salat kedua pada waktu yang pertama, mendahulukan salat pertama dan dilaksanakan berurutan, tidak diselingi perbuatan atau perkataan lain. Adapun saat melaksanakan jamak ta’khir maka harus berniat menjamak dan berurutan. Tidak disyaratkan harus mendahulukan salat pertama. Boleh mendahulukan salat pertama baru melakukan salat kedua atau sebaliknya.

Baca Juga :





Cara Melaksanakan Salat Jamak Takdim

Misalnya salat duhur dengan asar: salat duhur dahulu empat rakaat kemudian salat asar empat rakaat, dilaksanakan pada waktu duhur.

Tata caranya sebagai berikut:

1)        Berniat salat duhur dengan jamak takdim. Bila dilafalkan yaitu:

اُصَلِّى فَرْضَ الظُهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ العَصْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

“Saya niat salat salat duhur empat rakaat digabungkan dengan salat asar dengan jamak takdim karena Allah Ta’ala”

2)   Takbiratul ihram

3)   Salat duhur empat rakaat seperti biasa.

4)   Salam.

5)   Berdiri lagi dan berniat salat yang kedua (asar), jika dilafalkan sebagai berikut;

  1. اُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَقْدِيْمًا مَعَ الظُهْرِ فَرْضًا للهِ تَعَالى

“Saya niat salat asar empat rakaat digabungkan dengan salat duhur dengan jamak takdim karena Allah ta’ala.”

6)   Takbiratul Ihram

7)   Salat asar empat rakaat seperti biasa.

8)   Salam.

Catatan: Setelah salam pada salat yang pertama harus langsung berdiri,tidak boleh diselingi perbuatan atau perkataan misalnya zikir, berdo’a, bercakap-cakap dan lain-lain).

Cara Melaksanakan Salat Jamak Ta’khir.

Misalnya salat magrib dengan ‘isya: boleh salat magrib dulu tiga rakaat kemudian salat ‘isya empat rakaat, dilaksanakan pada waktu ‘isya.

Tata caranya sebagai berikut:

1)   Berniat menjamak salat magrib dengan jamak ta’khir. Bila dilafalkanyaitu:

2)     اُصَلِى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ العِشَاءِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

“ Saya niat salat salat magrib tiga rakaat digabungkan dengan salat ‘isya dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala”

3)   Takbiratul ihram

4)   Salat magrib tiga rakaat seperti biasa.

5)   Salam.

6)   Berdiri lagi dan berniat salat yang kedua (‘isya), jika dilafalkan sebagai berikut;

7)        اُصَلّى فَرْضَ العِسَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ جَمْعًا تَأخِيْرًا مَعَ المَغْرِبِ فَرْضًا للهِ تََعَالَى

“ Saya berniat salat ‘isya empat rakaat digabungkan dengan salat magrib dengan jamak ta’khir karena Allah Ta’ala.”

8)   Takbiratul Ihram

9)   Salat ‘isya empat rakaat seperti biasa.

10)    Salam.

Catatan: Ketentuan setelah salam pada salat yang pertama sama seperti salat jamak takdim. Untuk menghormati datangnya waktu salat, hendaknya ketika waktu salat pertama sudah tiba, maka orang yang akan menjamak ta’khir, sudah berniat untuk menjamak ta’khir salatnya, walaupun salatnya dilaksanakan pada waktu yang kedua. [gito]

BERSAMBUNG



Enter ad code here
16 Comments

16 Comments

  1. Teguh cipta wardana

    June 22, 2013 at 4:03 pm

    Mana dalil dalilnya semua kaifiat artikel yang anda tulis?
    apakah kami hanya mengikuti tulisan anda saja, sehinga nanti di ahirat kelak kami hanya menjawab kata si anu, kata si fulan, kata fulan, dst.
    bukankah agama islam ini dibangun di atas ilmu(dalil).
    sesungguhnya setiap perkara ibadah kepada Allah akan diminta pertanggung jawaban di akhirat.

  2. rizal

    June 25, 2013 at 2:13 pm

    mana dalil soal pelafalan niat dalam shalat itu? Mohon ditunjukkan

  3. alfa

    July 13, 2013 at 6:57 am

    Syukron..

  4. wahyu

    July 18, 2013 at 2:30 pm

    sholat jama’ taqdim bukan bisa dipersingkat menjadi 2 rakaat setiap waktu sholatnya ?

  5. Hardiman

    July 19, 2013 at 1:23 pm

    min, itu jamak ta’khirnya ko magrib dulu??? kan seharusnya kalo ta’khir itu di kerjakan di isya

  6. Abah

    July 2, 2015 at 11:00 am

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh….
    Alhamdulillah masih banyak yang perduli dengan ajaran-ajaran dalam Islam.
    Mari kita tingkatkan Keimanan kita kepada Allah SWT…
    untuk para saudara/i semua… mari kita tingkatkan ukhuwah kita dengan SALING membantu, menambahkan yang kurang, dan membetulkan pada perkara yang salah, jadi tidaklah nantinya menjadi perkara yang saling menyalahkan saudara muslim kita.
    Ayoo yang lebih tahu bantu Admin untuk share dalil2xnya… biar ane juga bisa lebih tahu lagi… OKE….?
    Mohon maaf apabila banyak salah tutur kata..
    BAROKALLAHU FIIKUM….
    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

  7. Maulia

    August 22, 2015 at 10:21 am

    syukron…

  8. Promatir

    October 18, 2015 at 8:19 am

    Terima kasih atas petunjuk untuk melaksanakan shalat jamak dan qasar. Ditunggu juga sambungannya.

  9. yana

    October 29, 2015 at 12:45 pm

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    (semoga bermanfaat)
    Dalam al-Amru bil Ittiba’, halaman 28, Suyuthi yang bermadzhab Syafi’i mengatakan, “Di antara perbuatan bid’ah adalah was-was berkenaan dengan niat shalat. Hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Nabi dan para shahabat. Mereka tidak pernah mengucapkan niat shalat. Mereka hanya memulai shalat dengan Takbiratul Ihram padahal Allah berfirman, yang artinya, “Sungguh, pada diri Nabi telah ada suri tauladan yang baik.” (QS al-Ahzab: 21)
    Imam Syafi’i sendiri menyatakan, “Bahwa was-was berkenaan dengan niat shalat dan berwudhu merupakan dampak dari ketidakpahaman dari aturan syariat. Dan akal pikiran yang sudah tidak waras lagi.”
    sumber: http://ustadzaris.com/hukum-melafadzkan-niat-2

  10. WONG NU TULEN

    November 8, 2015 at 6:58 pm

    salut buat yang nulis tentang sholat jamak dan qoshor, jempol pokoke. ga sa diladeni orang2 yg menganggap ini bid’ah lah kalo pake usholi, GITU AJA REPOT.
    Allahumma sholli ‘ala SAYYIDINA MUHAMMAD.

  11. Sholat Jamak

    December 6, 2015 at 7:33 pm

    Maju terus Islam ahlussunnah wal jamaah!!!

  12. Anonymous

    January 8, 2016 at 11:11 pm

    sangat membantu, terima kasih admin,,,

  13. ade

    January 10, 2016 at 4:19 pm

    aku masih bingung kalau katanya orang orang itu bisa 2 rakaat tapi kalu browsing kok 4 rekaat yaa. tolong ya tolong dong yang tau e mail in ke email ku thank you sukron

  14. fuad

    February 15, 2016 at 1:06 pm

    kalo menurut saya umat islam yg tdk sholat baru dktkn orng gila

  15. al3nk

    February 17, 2016 at 3:10 pm

    jamak = rakaat biasa,
    qosar = 2 rakaat

  16. Young Tongkid

    March 1, 2016 at 2:47 pm

    Sbagai orang awam, sy pngin tnya sm Rizal says sm teguh cipta

    1. apkh dngn melafadzkn niat brrti dia was2 dngn niatnya?

    2. bukankah dngn melafadz justru dia menekankan akan niatnya?

    3. Apkh ada dalil tntang larangan melafadzkn niat?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top
Si prega di attivare i Javascript! / Please turn on Javascript!

Javaskripta ko calu karem! / Bitte schalten Sie Javascript!

S'il vous plaît activer Javascript! / Por favor, active Javascript!

Qing dakai JavaScript! / Qing dakai JavaScript!

Пожалуйста включите JavaScript! / Silakan aktifkan Javascript!