CHICAGO– Dalam Konvensi Masyarakat Muslim Amerika di Chicago, Illinois, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang akan meningkatkan ketegangan.
Dalam salah satu pertemuan Muslim terbesar di Amerika Utara itu, Erdogan menyebut resolusi PBB terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel adalah sebuah kemenangan.
“Kemenangan yang kita dapatkan atas masalah Yerusalem adalah indikator dari banyak hal yang dapat kita capai bersama melalui solidaritas,” ujar Erdogan seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (30/12/2017).
“Kemenangan ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa ada nilai yang tidak bisa dibeli dengan uang. Pemerasan dan ancaman sebelum pemungutan suara sia-sia,” sambungnya menyinggung ancaman yang ditebarkan oleh Amerika Serikat (AS) sebelum sidang Majelis Umum PBB digelar.
Ia mengimbau AS dan sekutunya agar tidak mengambil tindakan provokatif yang memicu ketegangan.
“Kami meminta pemerintah Amerika dan Israel untuk tidak mengambil langkah-langkah yang bisa meningkatkan ketegangan. Itu karena Yerusalem terlalu berharga untuk menjadi korban demi kepentingan kita sendiri,” tegas Erdogan.
Dia sekali lagi menegaskan bahwa Yerusalem adalah “garis merah” semua Muslim dan meminta umat Islam untuk tidak mengizinkan siapa pun memecah umat Islam berdasarkan perbedaan etnis, sektarian atau budaya. []