BULAN Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang mengajarkan umat Islam untuk mengendalikan hawa nafsu, termasuk dalam hubungan suami istri. Namun, Islam tetap memberikan kelonggaran bagi pasangan suami istri untuk memenuhi kebutuhan biologis mereka di malam hari setelah berbuka puasa. Agar tetap menjaga keharmonisan rumah tangga, berikut beberapa tips bagi suami istri agar bisa berjima’ di malam Ramadhan tanpa mengganggu ibadah:
1. Menjaga Komunikasi yang Baik
Komunikasi adalah kunci utama dalam setiap hubungan, termasuk dalam kehidupan suami istri. Bicarakan dengan suami mengenai kebutuhan dan kenyamanan masing-masing agar dapat menemukan waktu yang tepat untuk berhubungan tanpa mengganggu ibadah malam seperti tarawih dan qiyamul lail.
BACA JUGA:Â 5 Keutamaan Istri dalam Melayani Suami yang Jarang Disadari
2. Mengatur Waktu dengan Bijak
Karena malam Ramadhan diisi dengan ibadah, pasangan suami istri perlu mengatur waktu dengan baik. Pilih waktu setelah salat tarawih atau sebelum sahur agar tetap bisa menjalankan kewajiban agama tanpa mengabaikan keharmonisan rumah tangga.
3. Menciptakan Suasana yang Nyaman
Momen kebersamaan dengan suami bisa menjadi lebih berkualitas jika diciptakan dalam suasana yang nyaman dan penuh kasih sayang. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan segar setelah berbuka, misalnya dengan mandi dan menjaga kebersihan diri agar lebih percaya diri di hadapan pasangan.
4. Menjaga Keharmonisan dengan Sentuhan dan Perhatian
Selain hubungan intim, memberikan perhatian dan kasih sayang melalui sentuhan, pelukan, atau kata-kata mesra juga dapat mempererat hubungan suami istri. Tidak semua bentuk kemesraan harus berujung pada hubungan fisik, tetapi bisa menjadi bentuk kedekatan emosional yang lebih mendalam.
5. Menjaga Kesehatan dan Kebugaran
Menjalani puasa seharian bisa membuat tubuh terasa lelah. Oleh karena itu, penting bagi suami istri untuk menjaga pola makan yang sehat dan cukup istirahat agar tetap bugar dan bisa berjima’ dengan baik di malam hari.
6. Memilih Waktu yang Tepat
Waktu terbaik untuk berjima’ adalah setelah tarawih atau menjelang sahur. Hindari berjima’ langsung setelah berbuka agar tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan dengan baik.
7. Menghindari Berlebihan dalam Berjima’
Meskipun berjima’ diperbolehkan di malam Ramadhan, tetaplah menjaga keseimbangan agar tidak berlebihan hingga mengganggu ibadah. Pastikan tetap bisa menjalankan salat malam dan sahur dengan optimal.
BACA JUGA:Bernarkah Suami di Atas 50 Tahun Cepat Selesai saat Jima dengan Istri?
8. Menjalankan Ibadah Bersama
Selain menjaga hubungan fisik, pasangan suami istri juga sebaiknya mempererat hubungan spiritual dengan menjalankan ibadah bersama, seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, atau berdzikir. Hal ini akan menambah keberkahan dalam rumah tangga selama bulan Ramadhan.
Dengan menjaga keseimbangan antara ibadah dan kehidupan rumah tangga, suami istri dapat tetap menjaga keharmonisan tanpa mengurangi nilai spiritual Ramadhan. Semoga tips ini membantu dalam menciptakan hubungan yang lebih baik dan berkah di bulan suci. []