MAKA dengan lidahnya yang selalu bertanya dan pikirannya yang tak jemu-jemunya meneliti, serta dengan kerendahan hati dan pandainya bergaul, jadilah Ibnu Abbas sebagai “Tokoh ummat ini.”
BACA JUGA: Doa Nabi untuk Ibnu Abbas
Sa’ad bin Abi Waqqash melukiskannya dengan kalimat-kalimat seperti ini, “Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti, lebih tajam berfikir dan lebih banyak dapat menyerap ilmu dan lebih luas sifat santunnya dari Ibnu Abbas!
“Dan sungguh, kulihat Umar memanggilnya dalam urusan-urusan pelik, padahal sekelilingnya terdapat pengikut perang Badar dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Maka tampillah Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar pun tak hendak melampaui apa katanya!”
Ketika membicarakannya, Ubaidillah bin ‘Utbah berkata, “Tidak seorang pun yang lebih tahu tentang Hadits yang diterimanya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam daripada Ibnu Abbas!”
BACA JUGA: Mengapa Kau Mundur, Hai Ibnu Abbas?
Pada suatu hari ditanyakan orang kepada Ibnu Abbas, “Bagaimana Anda mendapatkan ilmu ini?”
Jawabnya, “Dengan lidah yang gemar bertanya, dan akal yang suka berpikir.” []
Sumber: Kisah Singkat Sahabat Nabi Muhammad Shalallaahu ‘alaihi wasallam: Bagian 1