PALU—Dua pekan lalu, Palu dan sekitarnya diguncang gempa 7,3 M disusul gelombang tsunami yang terjadi pada, Jumat (28/9/2018).
Berdasarkan data Satuan Tugas Gabungan Paduan (Satgasgabpad) bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah per Senin (15/10/2018) tercatat, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan hingga kini mencapai 2.091 orang.
Korban luka-luka mencapai 4.612 orang, jumlah korban hilang mencapai 680 orang, dan korban tertimbun 152 orang.
Sementara lokasi pemakaman massa korban jiwa berada di tiga lokasi, yakni di Peboya sebanyak 939 mayat, Pantoloan 35 orang, Donggala 35 jenazah. Sementara korban yang dikubur di pemakaman keluarga sebanyak 1,082 jiwa.
Berikut tangkapan lensa tim Islampos.com di sekitar wilayah terdampak bencana di Palu, Sulawesi Tengah.
Jembatan Kuning atau Jembatan Ponulele memiliki panjang 250 m. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise, yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat. Foto: M Ardiansyah/IslamposMasjid Apung Palu atau Masjid Arwam Bab Al Rahman merupakan salah satu ikon Kota Palu yang terdampak gempa dan tsunami, Jumat (28/9/2018) lalu, namun tetap kokoh dan menjadi saksi bisu musibah. Foto: M Ardiansyah/IslamposUjung lain Jembatan Kuning Palu. Foto: M Ardiansyah/IslamposSalah satu hotel di dekat Pantai Talise. Foto: M Ardiansyah/IslamposSalah satu sudut di Perum Balaroa yang terdampak gempa dan isapan lumpur. Foto: M Ardiansyah/IslamposWarga tengah mencari dokumen penting di salah satu reruntuhan rumah di Perum Balaroa. Foto: M Ardiansyah/IslamposSelebaran orang hilang yang menempel di gapura Masjid Agung Palu. Foto: M Ardiansyah/Islampos