PADANG– Papua merupakan Provinsi yang terletak di sebelah timur indonesia, Papua merupakan provinsi yang mempunyai kultur budaya yang masih sangat kental, Mayoritas agama di Provinsi papua adalah kristen.
Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat Dakwah Ustaz Fadlan Garamatan menyiarkan agama Islam di tanah Papua. Ditemui disela-sela waktu senggang oleh Reporter Islampos Pada Acara Pertemuan Ulama Asia Tenggara, Afrika dan Eropa di Padang Pada Hari Rabu (19/07/2017) kemarin, beliau menceritakan pengalaman dakwahnya di tanah papua.
Mengenai kondisi umat muslim di Papua pada umumnya beliau menjelaskan, “Alhamdulillah, kondisi di Papua dari waktu ke waktu semakin ada perubahannya menuju ke arah yang lebih baik, Islam di Papua lebih banyak dan karena masyarakat sudah memahami Islam termasuk anak-anak suku asli Papua,” ujarnya.
Terkait Sulitnya dakwah di Papua Ia menjelaskan, “Dakwah dimana-mana tidak ada yang mudah, jangan serta merta dakwah untuk mendapat penghargaan, tidak ada itu. Dakwah itu penuh dengan penghinaan, cemoohan, fitnah penjara dan lain sebagainya, tetapi kita nikmati, itulah dakwah apabila kita sudah terbiasa dengan hal tersebut saya kira tak akan jadi masalah,” terangnya.
“Nah, itu kita alami pada saat kita berdakwah awal-awal di Papua, dan kita ikut cara Nabi berdakwah setelah itu orang banyak yang mengenal Islam mereka berdakwah dengan akhlak dan perilaku,” lanjutnya.
Terkait tantangan berat di awal dakwah, ia menjelaskan “Tantangan dan rintangan itu vitamin dakwah, jadi kalo saya semakin hadapi itu menjadi energi untuk saya, seperti ketika ingin berdakwah di pedalaman dan seketika ada yang ingin panah kita, tak boleh kita mundur,” tegasnya.
Ia Menambahkan, “Pengalaman saya 11 kali dipanah 7 kali ditombak alhamdulillah sudah pernah saya rasakan dan itulah tantangan dakwah sesungguhnya, saya kira masyarakat belum sadar dan belum paham mengenai berdakwah seperti yang saya lakukan ini.”
“Dan hingga saat ini yang membuat saya semangat karena motivasi dari Professor, Guru Motivasi, Guru Dakwah, Guru energi hidup, yakni Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam,” pungkasnya. []