MADINAH–Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah, Arab Saudi, rampung sebelum musim haji tahun 2019 ini.
Menurut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo mengatakan nantinya klinik ini akan melayani jemaah haji yang memerlukan penanganan kesehatan rujukan.
Dalam siaran pers yang diterima Anadolu, Jumat (8/3/2019), Bambang mengatakan klinik berlantai lima itu berlokasi di Jl. Prince Muhammed bin Abdul Aziz, Madinah , dan posisinya sangat strategis, hanya 2 kilometer dari Masjid Nabawi.
BACA JUGA: Kenangan Kota Madinah
Klinik ini, lanjut Bambang, hanya berjarak 300 meter dari bangunan lama. Pemindahan klinik bertujuan mempermudah akses dan tata ruang.
Kepala Pusat Kesehatan Haji, Eka Jusup Singka, mengatakan klinik setara rumah sakit tipe C ini memiliki kapasitas, peralatan dan perlengkapan yang lebih baik ketimbang fasilitas kesehatan sebelumnya. “Insya Allah klinik ini akan rampung Mei 2019, kami akan meminta Menteri Kesehatan untuk meresmikan,” ujar Eka.
Klinik ini, tutur Eka, dilengkapi dengan ruang perawatan, ICU, ruang kegawatdaruratan, ruang obat, klinik gigi, poliklinik umum, laboratorium, radiologi, klinik perawatan jiwa, dan fasilitas rujukan.
BACA JUGA: Kebanyakan Jemaah Haji Meninggal akibat Serangan Jantung
Menurut Eka, klinik baru ini punya daya tampung lebih besar ketimbang bangunan lama. Klinik ini memiliki 246 tempat tidur, baik untuk pasien maupun petugas kesehatan. Terdapat 12 tempat tidur di ruang emergensi dan tujuh tempat tidur di ruang ICU di lantai dasar.
Sementara ruang bawah tanah, imbuh Eka, akan digunakan untuk rawat inap, dengan kapasitas 24 tempat tidur, empat di antaranya untuk perawatan kesehatan jiwa. []
SUMBER: SOLOPOS