AMERIKA SERIKAT–Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkap pada Senin (25/2/2019) sebuah laporan yang menuduh Israel mengubur limbah nuklir radioaktif di Dataran Tinggi Golan, Suriah yang diduduki selama lebih dari lima dekade.
Guterres menyerahkan laporan itu – yang didasarkan pada tuduhan Suriah terhadap Israel – kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) pada sesi ke-40 panel itu, yang dibuka di Jenewa dan berlangsung hingga 22 Maret.
BACA JUGA: ‘Domba Radioaktif’ Ungkap Uji Coba Nuklir Israel pada 1979
“Republik Suriah mencatat bahwa Israel terus mengubur limbah nuklir dengan konten radioaktif di 20 wilayah berbeda yang dihuni oleh warga Suriah Golan Suriah yang diduduki, khususnya di sekitar Gunung al-Syeikh,” kata laporan itu.
“Praktik ini telah membahayakan jiwa dan kesehatan warga Golan Suriah yang diduduki, dan merupakan pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa Keempat,” tambah Guterres.
Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah, tetapi kebijakannya adalah untuk tidak mengonfirmasi atau menyangkal memiliki bom atom. Rezim tersebut diperkirakan memiliki 200 hingga 400 hulu ledak nuklir di gudang senjatanya.
BACA JUGA: Akibat Terpapar Radiasi, 170 Pekerja Reaktor Nuklir Israel Menderita Kanker
Israel bukan anggota Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) nuklir, yang tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran senjata nuklir dan teknologi senjata.
Tel Aviv merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967 dan terus menduduki dua pertiga wilayah penting yang strategis sejak itu. []
SUMBER: PRESSTV